Bu Inah sosok Guru Istiqomah (bag. 1)

AddThis Social Bookmark Button

Hari ahad tanggal 20 Februari 2011 bertempat di Microteaching Universitas Muhammadiyah Gresik kami berkumpul seperti biasa untuk menyiapkan proposal Tesis. Pada saat diskusi proposal, tiba tiba Ada teman mendekat untuk memberikan motivasi kepada saya untuk bisa menyelesaikan tugas yg belum saya selesaikan. Dari sekian teman hanya saya yg masih ketinggalan krn waktu kuliah sempat saya tinggal 10 hari ke Australia.

Saat teman teman keluar Dan menuju sholat dhuhur, saya sejenak untuk berdiskusi. Bu inah, begitu biasa saya panggil memberikan semangat bahwa kita bisa selesai bersama. "anakmu iku piro! Akuloh sing ake wae biso" (anak kamu berapa? Saya saja bisa.) tanya Bu inah singkat. Saya jawab singkat juga "loro" (dua). Walah loro wae, aku sing cilik Loro sing kabeh 127. (dua saja. Aku yg kecil saja dua Dan total 127) menjellaskan detail jumlah anak.

tercengang mendengar cerita dari Bu inah, saya mencoba bertanya lebih dalam. "lho kok ISO sampek akeh Anake!" (bagaimana bisa jumlahnya banyak?). Iyo kabeh iku anak yatim.
Wow... Subhanallah. Allahu akbar.

Allah telah memilih hambanya untuk beriman Dan Istiqomah. Memberikan ujian yg cukup berat namun Bu inah selalu Istiqomah. Menikah dengan Pak hakim sejak tahun 1990, Bu inah yg nama lengkapnya Siti Mutmainnah menjalani kehidupan sehari sebagai guru MI, MTS Dan Aliyah di kecamatan bungah gresik. Rutinas harian dilalui terus menerus. Namun perjalanan pernikahan sdh berlangsung 3 tahun masih belum diberi karunia berupa anak.

Setelah mendengan pengajian dari seorang kyai di Radio bahwa Rosulullah menganjurkan untuk setiap rumah seorang Muslim Ada anak yatim atau janda. Keinginan untuk memiliki Dan mengasuh anak yatim Ini disampaikan pada suami Dan alhamdulillah pak hakim mensupport.
Berawal dari niat yg tulus akhirnya Ada seorang laki - laki yg masih kecil tp tidak sekolah. Setelah ditanya apakah Ada keinginan sekolah ternyata mau, maka Bu inah segera bergegas ke gresik untuk membelikan seragam Dan sepatu. Selama 3 bulan di support untuk sekolah dengan model anak Ini masih bergabung dengan orang tuanya.


Pada suatu hari Ibu dari anak yang telah di bantu Ini kembali untuk mohon bantuan agar anak yg terkecil juga minta untuk di asuh. Dengan sangat memohim itu akhirnya diterima juga. Selang 3 hari berikutnya Ibu ug telah menitipkan itu telah meninggal dunia dengan meninggalkan 4 anak sekaligus.
Dengan memilki rumah ukuran 4x12 dengan 4 anak sekaligus membuat tidur Mereka berada dilantai.(bersambung).

 

Post your comments...

    Login Form

    Pengunjung ke :

    Hari ini38
    Kemarin59
    Minggu ini129
    Bulan ini497
    Semua144497

    Currently are 4 guests and no members online


    VCNT - Visitorcounter

    Status Twitter

    By A Web Design Company

    Share Artikel

    AddThis Social Bookmark Button

    Statistics

    OS
    Linux m
    PHP
    5.2.17
    MySQL
    5.1.56-log
    Time
    19:25
    Caching
    Disabled
    GZip
    Disabled
    Visitors
    527
    Articles
    174
    Web Links
    5
    Articles View Hits
    45385

    Tausiyah Hari Ini

    Post your comments...

      AddThis Social Bookmark Button

      Cintailah apa yang kamu cintai apa adanya, bisa jadi yang kamu cintai menjadi orang yang paling kamu benci. BEncilah apa yang kamu benci apa adanya, bisa jadi orang yang kamu benci menjadi orang yang paling kamu cintai

      Online YM dan Like FB

      Videoku

      Sponsor Adsense

      Mars SMAM Satu


      PopUp MP3 Player (New Window)

      Who's Online

      We have 4 guests and no members online

      Kemendikbud Pusat

      Comment Terakhir

      Post your comments...

        Archive

        Free business joomla templates